<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Shop &#8211; Penerbit Buruan &amp; Co.</title>
	<atom:link href="https://www.penerbit.buruan.co/shop/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.penerbit.buruan.co</link>
	<description>Penerbit Buruan &#38; Co.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Oct 2025 13:42:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.penerbit.buruan.co/wp-content/uploads/2025/10/cropped-B-icon-32x32.png</url>
	<title>Shop &#8211; Penerbit Buruan &amp; Co.</title>
	<link>https://www.penerbit.buruan.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sungai yang Mengalir Mundur</title>
		<link>https://www.penerbit.buruan.co/product/sungai-yang-mengalir-mundur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 05:41:40 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.penerbit.buruan.co/?post_type=product&#038;p=7266</guid>

					<description><![CDATA[Dalam kumpulan cerpen <em>Sungai yang Mengalir Mundur</em>, Resna J. Nurkirana menghadirkan dua belas cerita pendek yang ringkas namun menghentak—dari kisah Karyo yang menghancurkan kuburan ari-ari, ketenaran seorang dalang yang runtuh oleh aib anaknya sendiri, hingga berbagai cerita rumah tangga dengan peliknya perasaan manusia. Setiap cerita membawa kita ke lapisan emosi yang dalam serta meninggalkan gema panjang di kepala. Buku ini mengajak kita menyelami luka dan merenungi nasib setiap tokoh yang melulu dipertemukan dengan batas dirinya—antara menerima, bertahan, atau melawan arus yang tak pernah membawa mereka ke muara kehidupan yang semestinya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[Dalam kumpulan cerpen <em>Sungai yang Mengalir Mundur</em>, Resna J. Nurkirana menghadirkan dua belas cerita pendek yang ringkas namun menghentak—dari kisah Karyo yang menghancurkan kuburan ari-ari, ketenaran seorang dalang yang runtuh oleh aib anaknya sendiri, hingga berbagai cerita rumah tangga dengan peliknya perasaan manusia. Setiap cerita membawa kita ke lapisan emosi yang dalam serta meninggalkan gema panjang di kepala. Buku ini mengajak kita menyelami luka dan merenungi nasib setiap tokoh yang melulu dipertemukan dengan batas dirinya—antara menerima, bertahan, atau melawan arus yang tak pernah membawa mereka ke muara kehidupan yang semestinya.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNBOXING</title>
		<link>https://www.penerbit.buruan.co/product/unboxing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Mar 2023 03:26:36 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.penerbit.buruan.co/?post_type=product&#038;p=5437</guid>

					<description><![CDATA[Puisi-puisi Willy adalah racikan yang pas antara puisi liris dan kekinian yang riuh dan kacau. Lirisisme menariknya menuju romantik, tetapi kekinian membetotnya ke arah kesantaian. Hantu puisi Indonesia terus menggodanya jadi sepanas Chairil, tetapi Rawamangun hari ini mengajaknya nungguin hujan di Atelir Ceremai. Suatu tarik-ulur terus menerus antara api dan es boba.

Membaca puisi-puisi Willy adalah seperti melihat Chairil Anwar jualan bakso cuanki di masa pandemi, melihat Afrizal Malna magang jadi kasir Indomaret, melihat keseluruhan puisi Indonesia dikemas dalam satu saset kopi susu. Di sana puisi telah menjadi tulang lunak, lama terpanggang hidup dan siap menjadi begitu santai. Seperti kata Willy dalam puisi berjudul Puisi: Sudah menggonjreng di lampu merah. / Pake topeng. Pake motor sport kayu. Pergi ke pasar. / Pasarnya udah ada yang ngatur. Sip.

<strong>Martin Suryajaya</strong> ialah seorang penulis dan doktor filsafat STF Driyarkara. Buku terbarunya ialah Penyair Sebagai Mesin (2023, Gang Kabel).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[Puisi-puisi Willy adalah racikan yang pas antara puisi liris dan kekinian yang riuh dan kacau. Lirisisme menariknya menuju romantik, tetapi kekinian membetotnya ke arah kesantaian. Hantu puisi Indonesia terus menggodanya jadi sepanas Chairil, tetapi Rawamangun hari ini mengajaknya nungguin hujan di Atelir Ceremai. Suatu tarik-ulur terus menerus antara api dan es boba.

Membaca puisi-puisi Willy adalah seperti melihat Chairil Anwar jualan bakso cuanki di masa pandemi, melihat Afrizal Malna magang jadi kasir Indomaret, melihat keseluruhan puisi Indonesia dikemas dalam satu saset kopi susu. Di sana puisi telah menjadi tulang lunak, lama terpanggang hidup dan siap menjadi begitu santai. Seperti kata Willy dalam puisi berjudul Puisi: Sudah menggonjreng di lampu merah. / Pake topeng. Pake motor sport kayu. Pergi ke pasar. / Pasarnya udah ada yang ngatur. Sip.

<strong>Martin Suryajaya</strong> ialah seorang penulis dan doktor filsafat STF Driyarkara. Buku terbarunya ialah Penyair Sebagai Mesin (2023, Gang Kabel).]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghadaplah Kepadaku</title>
		<link>https://www.penerbit.buruan.co/product/menghadaplah-kepadaku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2021 18:30:20 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.penerbit.buruan.co/?post_type=product&#038;p=5395</guid>

					<description><![CDATA[Sapardi Djoko Damono berpendapat, sajak liris yang kuat mengandung dua elemen penting, yakni: menyatakan perasaan yang samar-samar dan dengan cara yang sederhana menyatukannya dengan alam sekitar.

Pada puisi-puisi Dian Hardiana, dua hal tersebut terpenuhi. Dian adalah pengamat dan pencatat yang baik atas perasaan-perasaannya sendiri, dan pada saat bersamaan: seorang yang peka dan cermat menginsafi berbagai hal di sekitarnya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[Sapardi Djoko Damono berpendapat, sajak liris yang kuat mengandung dua elemen penting, yakni: menyatakan perasaan yang samar-samar dan dengan cara yang sederhana menyatukannya dengan alam sekitar.

Pada puisi-puisi Dian Hardiana, dua hal tersebut terpenuhi. Dian adalah pengamat dan pencatat yang baik atas perasaan-perasaannya sendiri, dan pada saat bersamaan: seorang yang peka dan cermat menginsafi berbagai hal di sekitarnya.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepersekian Jaz dan Kota yang Murung</title>
		<link>https://www.penerbit.buruan.co/product/sepersekian-jaz-dan-kota-yang-murung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2021 18:05:15 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.penerbit.buruan.co/?post_type=product&#038;p=5390</guid>

					<description><![CDATA[Sepersekian Jaz dan Kota yang Murung merupakan kumpulan puisi pertama Adhimas Prasetyo. Puisi-puisinya kental dengan alusi, aforisma, dan narasi manusia urban yang disesaki perasaan murung. Sementara nuansa jaz, meski bukan sebagai unsur utama komposisi puisi, namun ia menjadi semacam partitur sebagian besar puisinya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[Sepersekian Jaz dan Kota yang Murung merupakan kumpulan puisi pertama Adhimas Prasetyo. Puisi-puisinya kental dengan alusi, aforisma, dan narasi manusia urban yang disesaki perasaan murung. Sementara nuansa jaz, meski bukan sebagai unsur utama komposisi puisi, namun ia menjadi semacam partitur sebagian besar puisinya.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk yang Pernah Merasa Sendiri di Kota Ini</title>
		<link>https://www.penerbit.buruan.co/product/untuk-yang-pernah-merasa-sendiri-di-kota-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2021 17:54:12 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://penerbit.buruan.co/?post_type=product&#038;p=14</guid>

					<description><![CDATA[Ada banyak kesendirian dalam kumpulan puisi ini. Kesendirian yang kerap menjadi alienasi atau mengalienasi, dalam ruang-ruang kota; atau sekalian ruang itu juga menyemburkan alienasi. Ahda Imran]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ada banyak kesendirian dalam kumpulan puisi ini. Kesendirian yang kerap menjadi alienasi atau mengalienasi, dalam ruang-ruang kota; atau sekalian ruang itu juga menyemburkan alienasi.</p>
<p>Ahda Imran</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenduri Waktu</title>
		<link>https://www.penerbit.buruan.co/product/kenduri-waktu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 09:11:05 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://penerbit.buruan.co/?post_type=product&#038;p=11</guid>

					<description><![CDATA[Puisi-puisi dalam buku Kenduri Waktu membawa pesan sekaligus kegelisahan soal manusia, kesementaraan dan keabadian. Sebagai pembaca, kita akan dibawa ke dalam renungan yang khidmat dan dalam, lewat gaya bahasa yanh jelas tapi sekaligus fantastik, imajinatif dan bahkan mistik.

Faisal Kamandobat, penyair.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[Puisi-puisi dalam buku Kenduri Waktu membawa pesan sekaligus kegelisahan soal manusia, kesementaraan dan keabadian. Sebagai pembaca, kita akan dibawa ke dalam renungan yang khidmat dan dalam, lewat gaya bahasa yanh jelas tapi sekaligus fantastik, imajinatif dan bahkan mistik.

Faisal Kamandobat, penyair.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
